Dia. Hampir sembilan bulan saya dan dia ada dalam lingkaran yang sama. Cukup banyak hal yang saya lewati dengan dia. Lebih banyak bahagia ketimbang monoton dan datar bahkan sedih. Alhamdulillah pastinya. :)
Memahami seorang dia bukanlah hal mudah. Lorong-lorong pikirannya tidak lagi menuju pada sungai dangkal di kaki pegunungan, melainkan langsung ke lautan. Sosok wanita yang mempunyai kepolosan dalam bicara, tapi tetap mempunyai sisi bijaksana dan dewasa dalam pemikirannya. Sisi menggemaskan, tapi mempunyai daya pikat yang bikin saya jatuh cinta secara utuh dengan dia.
Saya percaya pada dia. Seyakin dia dengan saya. Seteguh dia meyakinkan saya bahwa dia memang memilih saya diatas para pria gagah lainnya karena ada apanya saya dan ke-apa ada-an saya. Terimakasih banyak, wanita pengagum gemblong.
Ada alasan dimana kamu menguatkan hati, pikiran, hidup bahkan cita-cita kamu untuk memilih bersama saya. Jika alasan itu memang karena saya, bukan cuma karena cinta dan desakan waktu ; saya siap menjadi masa depan kamu. Menjadi apa yang kamu cita-citakan. Menjadi penulis lepas dalam halaman buku hidup kamu.
Terimakasih kepada wanita penggemar berat klub bola Chelsea FC dan pencinta mie ayam, untuk janji yang selalu kamu tebalkan waktu demi waktu. Kamu buktikan satu demi satu. Akupun akan melakukan hal demikian. Janji. :)
Terimakasih juga menjaga perasaanku dari kemungkinan-kemungkinan kobaran api didalam genggaman tanganku. Kamu benahi ragu demi ragu.
Tetapi jangan pernah sekalipun kamu mencoba menyembunyikan cerita lain yang berjalan beriringan denganku. Jangan berani ya baby, atau aku mungkin akan selamanya pergi. :’)
Diiringi the trees and the wild - fight the future. Setengah tiga sore. Dan secangkir cappucino hangat.
- Prakash Bramayudha
Kamu adalah pengunjung di setiap doa, yang pantas untuk di amini dan di kabulkan oleh Tuhan.
Kamu adalah kisah paling sempurna. Dengan mata, dengan hati, dengan nyawa, dan mahacinta

berulang tahun bukan benar2 sesuatu, ia hanya momentum. tapi momentum bukanlah hal yg sepele. ia hanya alarm, mengingatkan banyak hal. ia hanya, sebuah hari dalam setahun yang sebenarnya sama saja, namun di sana kita secara sederhana, tanpa alasan yang tak perlu benar-benar jelas, merasa sedikit lebih spesial di mata orang-orang di sekitar kita, orang-orang yang kita cintai.
dan itu gratis.
semua orang di dunia mendapatkannya dengan jumlah yang sama pula; 1 hari. setara, indah.
hari di mana tanpa diminta banyak doa dipanjatkan untuk kita, dan orang-orang menepiskan sejenak hambatan-hambatan batiniyah untuk melukis senyum di wajah kita, sukarela.
semua orang sama-sama memiliki hari ulang tahun walaupun berbeda-beda tanggalnya, tidak pernah ada yang protes memaksakan tanggal miliknya untuk orang lain, tapi tak pernah juga ada yang sok patriotik meneriakkan toleransi berulang tahun, atau memaksakan opini pribadinya bahwa berulang tahun kapan saja, sama saja.
semua orang justru ikut berbahagia merayakan kecil-kecilan ulang tahun orang lain.
alangkah indahnya perbedaan, kesetaraan, kesukarelaan, saling mendoakan, senang di atas kesenangan orang lain.
ini bukan soal menjadi yang pertama yang mengucapkan selamat. ini juga bukan tentang menjadi yang paling istimewa memperlakukanku di hari yang (mungkin) kutunggu tiap setahun sekali. karena sesungguhnya aku tak ingin menjadi salah satu yang menunggu tiga puluh satu juta lima ratus tiga puluh enam ribu detik hanya untuk mengirimkan sebait doa.
tapi jikalah detik ini adalah waktunya aku mengutarakan doaku terang-terangan di antara tiga puluh satu juta lima ratus tiga puluh lima ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan detik yang lain, maka akan kubiarkan kamu tahu.
bahwa aku ingin aku, tetap menjadi aku. yang serupa pohon tinggi, menguat batangnya seiring bertambahnya perjalanan usia, tapi tetap memberikan ruang bagi siapapun untuk berteduh di bawah rindang dahanku.
bahwa aku ingin aku tetap menjadi aku, yang kukuh mengejar yang kuingini, tanpa lupa menyisakan satu ruang untuk Tuhan untuk melaksanakan kuasa-Nya. karena dalam setiap langkah yang berhasil kita gerakkan, sesungguhnya adalah karena campur tangan-Nya.
aku, semoga menjadi hamba yang makin mencintai Tuhan. karena dengan begitu, aku berharap Tuhan akan semakin mencintaiku dan menjadikanku sebagai sumber kebahagian bagi keluarga, sahabat dan juga kalian semua.. terimakasih kawan kawan, sukses untuk kalian semua. :)
dan yang terakhir ini, mungkin akan kuucapkan seraya berbisik,
terimakasih atas semua doa dan surprise yang kamu berikan, sayang. terimakasih sekali. dan satu hal yang pasti, aku ingin kamu selalu ada di umur ku di kemudian hari. bahwa aku ingin kamu tetap disini, hendita. itu saja. i love you so much. :’)
itu doaku..